SELAMAT DATANG DIWEBLOG SMPK MARIA FATIMA JEMBER. Mohon maaf atas ketidaknyamanan Anda dalam mengakses informasi mengenai SMPK Maria Fatima Jember. Informasi selengkapnya Klik Disini

TERAKREDITASI “A”

PENGUMUMAN : Akses ke weblog SMPK Maria Fatima Jember dirubah menjadi www.smpkmariafatima.org --Θ-- SUKSESKAN GERAKAN NASIONAL TANPA KEKERASAN Dengan Menghentikan sekarang juga segala tindakan kekerasan yang melanggar Undang-undang Hak Azasi Manusia. KEKERASAN BIKIN TAK NYAMAN Pesan layanan ini dipersembahkan oleh Persatuan Guru-guru Katolik Paroki Santo Yusuf Jember --Θ-- Ikuti juga berita terkini dan akurat nasional dan internasional dari berbagai sumber melalui news ticker kami --Θ--

10 September 2008

Bimbingan Belajar Sebagai Sebuah Solusi

Jember - SMPK – Satu lagi program yang diterapkan di SMPK Maria Fatima Jember sebagai sebuah terobosan menyelesaikan permasalahan ketertinggalan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran yaitu Bimbingan Belajar gratis. Program yang merupakan kelanjutan dari tahun sebelumnya ini sebagai jawaban atas banyaknya keluhan dari orantua mengenai kesulitan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Pada Tahun ajaran 2008-2008, program bimbingan belajar dimulai pada tanggal 8/9/08.





Launching pembukaan bimbingan belajar ditandai dengan pengumuman singkat dari kepala sekolah SMPK bahwa semua siswa kelas 7 dan kelas 8 mempunyai hak yang sama untuk mengikuti bimbingan tanpa dipungut biaya. Bimbingan sendiri diadakan 4 kali dalam satu minggu pada hari senin sampai kamis selama 2 jam. Bimbingan dimulai pukul 3.50 sampai 5.30 sore hari. Sistem bimbingan yang diterapkan sesuai dengan namanya yang mengisyaratkan bahwa pembelajaran dilakukan dengan suasana yang nyaman, tenang dan kekeluargaan. Jauh dari kesan kejam, dan tegas. Melalui nuansa tenang namun disiplin diharapkan semua siswa yang ikut bimbingan dapat memahami permasalahan dengan jelas dan mampu menyelesaikannya dengan benar dan tepat.
Pelajaran yang diajarkan dibimbingan belajar adalah semua mata pelajaran. Oleh karena itu guru yang mengajar adalah guru bidang studi masing-masing pelajaran sebagaimana guru yang mengajar pagi hari di kelas reguler. Diharapkan gurupun mengetahui dengan jelas kekurangan ataupun persoalan yang dihadapi oleh masing-masing siswa, sehingga bisa menjelaskan secara detail.

Berdasarkan hasil evaluasi bimbingan belajar tahun sebelumnya, intensitas kedatangan siswa peserta bimbingan akan mempengaruhi perkembangan siswa itu sendiri dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Karena dengan mereka semakin akrab dengan guru pembimbing, maka mereka akan semakin mengetahui cara mengajar ataupun system yang dikembangan oleh guru yang bersangkutan. Kunci inilah yang menjadi jembatan menuju keberhasilan mereka. Selain, melalui bimbingan siswa bisa lebih leluasa menanyakan atau membahas materi yang mungkin belum mereka pahami semenatar siswa lain telah memahaminya sehingga tidak dibahas secara lebih detail. Oleh karena itu, bagi siswa yang masih belum bergabung dengan bimbingan belajar mengapa harus menunggu kesulitan menghampirimu? kenapa tidak mempersiapkan diri lebih dini dengan ikut bimbingan, apalagi gratis…(toz)
. (toz)

Selengkapnya...

08 September 2008

Week End Gelombang I SMPK Maria Fatima

Jember - Kegiatan Week End SMPK Maria Fatima yang merupakan program kegiatan tahunan kembali diadakan pada tanggal 6 -7 September 2008. Peserta Week End gelombang I ini berjumlah 43 siswa, yang terdiri dari kelas VII A dan sebagian kelas VII E. Kegiatan yang salah satunya bertujuan untuk membina siswa agar memiliki solidaritas kepada sesamanya ini dibuka pada hari Sabtu tanggal 6 September 2008 pukul 15.30 oleh Bapak Ignatius Teguh Wahyudi, selaku Waka Kesiswaan SMPK Maria Fatima.

Kegiatan Week End hari pertama dimulai dengan pembagian kelompok, pembagian tata tertib, dan pembagian kelas yang kemudian ditata sebagai tempat untuk tidur. Acara selanjutnya, peserta diajak oleh para guru pendamping yaitu, Bpk. Ig. Teguh W, Bpk. V. Sriyadi, Bpk. Alex U. B, Bpk. YL. Wibowo, dan Ibu Maria Fidelis untuk menonton film "Mother Theresa". Peserta diajak untuk mencari nilai-nilai kehidupan dari Ibu Theresa. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan diskusi kelompok menjawab pertanyaan tentang Ibu Theresa, lalu presentasi hasil diskusi dari tiap-tiap kelompok. Acara hari pertama ditutup dengan kegiatan dinamika kelompok dan renungan malam yang dipimpin oleh Bpk. Alex U. B.

Kegiatan Week End hari kedua dimulai dengan misa jam 05.30. Sesudah misa dan makan pagi, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan kunjungan ke pasar Tanjung, sekitar Matahari, dan Sultan Agung. Di tempat tersebut, peserta diminta untuk mewawancarai tukang becak, pedagang kaki lima, dan lain sebagainya. Peserta diberi waktu sampai pukul 10.00, lalu beristirahat sambil minum jus jambu dan jus melon.

D
ari hasil wawancara yang telah diperoleh, peserta kemudian mengadakan diskusi dengan kelompok mereka masing-masing. Hasil dari diskusi tersebut nantinya harus dipresentasikan di depan peserta lain. Kegiatan Week End gelombang pertama ini selesai dan ditutup pada pukul 12.30. Menurut rencana kegiatan Week End gelombang kedua akan dilaksanakan pada tanggal 13-14 September 2008. Semoga pelaksanaan Week End gelombang kedua nanti dapat memberi warna tersendiri yang lebih seru dan lebih berkesan. (alx)

Selengkapnya...

06 September 2008

Pembentukan Koordinator Alumni SMPK Maria Fatima

Jember - Panitia pendataan alumni SMPK Maria Fatima kembali mengadakan rapat koordinasi pada hari Jumat, 5 September 2008 di SMPK Maria Fatima. Rapat yang dipimpin langsung oleh ketua panitia Bpk. Paul Effendy, mengusung agenda mempersiapkan pertemuan alumni sesuai dengan angkatan kelulusan. Rapat mengambil beberapa keputusan penting antara lain pembentukan koordinator masing masing angkatan.





Rapat yang difasilitasi oleh SMPK Maria Fatima dihadiri perwakilan alumni angkatan 1990 sampai dengan 2004. Selain itu hadir kepala sekolah dan beberapa guru sekolah almamater yang diharapkan oleh panitia bisa memberikan motivasi demi suksesnya pertemuan alumni sekaligus sebagai jembatan penghubung antar angkatan. Sesuai dengan tujuan utama dari pembentukan panitia bahwa pada akhirnya nanti bisa terlaksana reuni akbar alumni SMPK Maria Fatima seluruh angkatan, maka pertemuan alumni angkatan 90 sampai 2004 dijadikan pionir sekaligus membangun sel-sel jaringan alumni. Meskipun pada tahapan sebelumnya kepanitian pendataan alumni sendiri terbentuk oleh prakarsa beberapa alumni angkatan sebelum 90 yang nota bene mereka sudah mempunyai wadah pertemuan alumni yang sering mengadakan pertemuan sendiri.

Sesuai dengan hasil rapat, alumni yang ditunjuk sebagai koordinator perangkatan kelulusan adalah sebagai berikut :

NAMA Angkatan no telp.
Katharina Dwining (1989) 0331-320103
Dessy Susana (1990) 0331-484174
Paul Efendy (1992) 0811356356
Ellen 1992 (0331)-7707766
Yovita Kurniawan (1992) 0331-7731276
Natalia (1994) 08123451977
Ida Sri Rahayu (1994) 08123453643
Anis (1995) 0331-7810471
Ellen Susanto (1996) 08123497789
Dwi Morin (1997) 0331-7778629
Irene Susanto (1997) 081358517777
Theresia Ria U (1998) 081336548904
Melisa anggraeni (1998) 081331944828
Florence Tjandra (1999) 087857705999
Lydia Wangsa (2001) 081336629292
Teddy Sugiarto (2001) 08175182116
Santi (2002) 081914711486
Bianda (2004) 081336948009
Yohanes (1995) 08123482774
Hendra (2002) 081933307999
Natalia (2004) 081803594111

Oleh karena itu, alumni yang berkepentingan diharapkan menghubungi koordinator masing-masing sesuai dengan angkatannya atau angkatan lain yang dikenalnya. Sehingga dengan demikian diharapkan pendaftaran reuni lebih mudah.

Berkaitan dengan peran sekolah sebagai fasilitator, Kepala sekolah, Sr. Theresella , SPM mengungkapkan bahwa pertemuan alumni yang nantinya akan mengadakan reuni akbar itu sangat penting karena berkaitan dengan jaringan sekolah. Tentunya jaringan ini suatu saat pasti akan mendukung perkembangan ikatan antar alumni yang natinya juga mendukung program sekolah, bukan pada pendanaan namun lebih cenderung kepada pengembangan kerjasama. “ Biasanya reuni identik dengan penggalian dana untuk sekolah, tetapi tujuan kami bukan kearah itu. Kami ingin memamerkan apa saja yang dipunyai sekolah kepada para alumni. Gedung baru dengan fasilitas yang lengkap, serta suasana pembelajaran yang berbeda dari masa –masa dulu.” Ungkap beliau. Seiring dengan pernyataan beliua, pak. Paul sebagai coordinator pengumpulan data menyatakan bahwa dana itu masalah yang kesekian kalinya, sedangkan tujuan utamanya alumni bisa kembali menjalin persudaraan yang tentunya nanti juga bermanfaat bagi kepentingan sendiri, seperti bisnis, jodoh bagi yang masih bujang , pekerjaan, info lowongan ataupun kerjasama yang lain.

Selain keputusan diatas, rapat juga memutuskan rapat akan kembali diadakan pada bulan Oktober, pada hari jumat tanggal 10 oktober 2008 di SMPK Maria Fatima dengan agemda evaluasi pendataan dan pendaftaran, membicarakan tekhnis pelaksanaan pertemuan alumni perangkatan, tehknis natal bersama alumni dengan civitas akademika SMPK Maria Fatima serta sistem informasi berita melalui media masa terpilih.
. (toz)

Selengkapnya...

04 September 2008

MOS : Cara Pandang Menyiapkan Siswa Baru

Jember - Pada tanggal 21 sampai 25 Juli 2008, OSIS SMPK Maria Fatima melaksanakan kegiatan Masa orientasi Siswa baru yang dikenal dengan MOS. Siswa baru yang mengikuti MOS tahun ini sejumlah 187 siswa, termasuk beberapa siswa yang tidak naik kelas. MOS yang bertema “DENGAN BEKAL BERNURANI,CERDAS DAN MANDIRI KITA GAPAI MASA DEPAN YANG GEMILANG “ ini mengajak semua siswa mempersiapkan diri untuk bisa mengikuti aktivitas sekolah dengan benar, sehingga tujuan akhir kegiatan pembelajaran benar-benar dapat diserap dan dikembangkan oleh siswa.




Program MOS 2008 berbeda dari program MOS tahun sebelumnya. Perubahan tersebut terutama pada tujuannya yang menghendaki siswa tidak hanya merasa senang atau enjoy dengan sekolah baru, namun MOS 2008 menekankan agar setiap siswa lebih paham segala sesuatu tentang kegiatan pembelajaran mulai proses pembelajaran sampai evaluasi akhir pembelajaran. Oleh karena itu, jenis kegiatan MOS tidak lagi memberikan waktu lebih pada kegiatan berupa permainan ataupun dinamika kelompok, namun memberikan ruang lebih bagi kegiatan yang membahas tentang teknik belajar efektik maupun strategi sukses belajar di SMPK. Selain itu, siswa juga diperkenalkan mengenai tata tertib sekolah yang menekankan pada pengakuan nilai kejujuran, serta pengembangan kehidupan moralitas siswa yang baik sebagai sebuah kesatuan gerak dalam kegiatan pembelajaran. Nilai kejujuran dan moralitas merupakan program pengembangan watak kepribadian siswa yang menempati porsi utama dalam kegiatan pembelajaran di SMPK meskipun nilai intelektual tetap menjadi tolok ukur keberhasilan kegiatan pembelajaran. Pengenalan sejak dini terhadap nilai kejujuran dan moralitas diharapkan membentengi siswa dari perbuatan amoral ataupun ketidakjujuran sehingga pada tahapan selanjutnya dapat mempertanggungjawabkan semua sikap dan tidakannya secara benar dihadapan Tuhan maupun dihadapan manusia.
Pembukaan MOS ditandai dengan upacara yang dipimpin langsung oleh Sr. M. Theresella, SPM (Kepsek SMPK). Dalam sambutannya beliau meminta semua peserta memanfaatkan nuansa MOS sebagai bentuk kegiatan pengenalan sekolah sampai sedetil mungkin, bukan hanya kegiatan bersukaria mengenal satu dengan yang lainnya tanpa makna yang jelas. Beliau juga menegaskan bahwa MOS di SMPK bukan ajang perploncoan siswa baru oleh anggota OSIS, namun media yang efektif tempat sharing informasi dari siswa lama yang telah berpengalaman kepada siswa baru, sehingga diharapkan nantinya mereka tidak terkejut dengan sistem pembelajaran yang dikembangkan oleh sekolah. Oleh karena itu MOS 2008 melibatkan banyak guru bidang studi dan juga guru BK/BP. Pada akhir sambutannya beliau juga menghendaki semua siswa menjunjung tinggi nilai kejujuran dan sikap moral yang baik sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pengembangan pribadi utuh sebagai calon pemimpin bangsa. Setelah upacara pembukaan dilanjutkan dengan test psikologi yang ditangani langsung oleh tim tes psikologi dari Malang. Selain untuk mengetahui bakat, minat dan kemampuan intelektual, test ini juga media awal untuk mengetahui pola sikap, moral dan intelektual siswa.
Hari kedua sampai dengan hari terakhir MOS, peserta harus mencermati semua paparan umum mengenai tata tertib sekolah, kiat belajar sukses di SMPK, dinamika kelompok, kepribadian, kiat belajar IPS, IPA dan Bahasa serta pelajaran Eksak lainnya. Masing-masing materi dipaparkan oleh guru bidang studi atau guru berwenang terhadap hal tersebut. Rincian materi yang dituangkan mewakili semua inti permasalahan yang ada di sekolah. Sehingga dengan memahami materi tersebut siswa baru bisa mengetahui secara tepat apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak harus dilakukan sebagai seorang siswa. Selain itu mereka juga bisa mencermati metode belajar efektik di SMPK sehingga mereka bisa mengantisipasi segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan kurikuler.
Pelaksanaan MOS tahun 2008 cenderung lebih bersifat formal dengan mengedepankan pemantapan mental siswa dalam menghadapi kegiatan pembelajaran. Sehingga kegiatan lain yang bersifat permainan cenderung berkurang atau bahkan tidak diadakan. Tentu saja perbedaan yang mencolok dibandingkan tahun sebelumnya membuat beberapa panitia Mos menganggap kegiatan MOS 2008 kurang seru. Namun dibalik itu, melalui perubahan tersebut siswa baru merasa tidak takut lagi dengan apa yang akan dihadapi selanjutnya dalam kegiatan proses pembelajaran, karena mereka masuk ke SMPK bukan karena serunya MOS namun karena ketertarikan akan sistem pembelajaran yang ditawarkan serta prinsip pembelajaran yang menekankan pada kedisiplininan pribadi dalam mengembangkan kemampuan intelektual ataupun moral siswa.
MOS 2008 ditutup dengan prosesi singkat berupa talent show yang diadakan sore hari. Talent show adalah pertunjukan talenta siswa baru didepan forum tidak resmi sebagai ungkapan syukur bahwa kegiatan MOS dapat berakhir dengan baik. Dalam tataran positif MOS 2008 tidak memunculkan dampak negative atau sesuatu yang buruk pada siswa. Berbagai atraksi ditampilkan oleh para peserta yang nota bene baru lulus SD. Atraksi itu antara lain. Drama, puisi , vocal group, band dan tampilan yang lainnya. Meskipun belum begitu sempurna namun menyiratkan bahwa mereka mempunyai harapan yang besar pada sekolah untuk bisa membentuk mereka menjadi lebih baik dikemudian hari. (toz)
.
Selengkapnya...

03 September 2008

Pelatihan Implementasi IPA dan IPS terpadu

Jember - SMPK Maria Fatima Jember mengadakan pelatihan implementasi KTSP khusus bidang studi IPA dan IPS terpadu. Pelatihan diadakan selama tiga hari mulai tanggal 15 sampai 18 Juli 2008 di ikuti oleh 20 guru IPA dan IPS melibatkan 5 sekolah swasta. Dua orang pelatih didatangkan dari dosen paska sarjana Universitas Malang. Tujuan diadakan pelatihan adalah untuk membekali guru dalam mempersiapkan kegiatan pembelajaran IPS dan IPA terpadu sehingga mereka siap untuk menerapkannya.




Pelatihan dibuka langsung oleh Sr. Theresella, SPM (Kasek SMPK Maria Fatima) selaku ketua penyelenggara. Dalam sambutannya beliau menekankan betapa pentingnya seorang guru mempunyai pengetahuan dan kapasitas yang baik dalam mengelola kelas sehingga hasil dari proses belajar menjadi lebih efektif. Terutama pelaksanaan KTSP yang mengharuskan terjadinya perubahan sistem pengajaran sejarah, geografi dan ekonomi tidak lagi diajarkan secara terpisah lagi namun harus menjadi satu kesatuan yaitu IPS terpadu. Demikian pula terjadi pada mata pelajaran biologi dan fisika menjadi IPA terpadu. Tentu guru pengampu mata pelajaran tersebut akan mengalami permasalahan serius dalam mempersiapkan rencana pengajaran, proses kegiatan belajar mengajar maupun dalam kegiatan evaluasi hasil belajar. ”Segala sesuai pasti bisa dipelajari, pelatihan merupakan tahapan awal dari proses pemahaman pelaksanaan pengajaran IPS dan IPA terpadu oleh karena itu media pelatihan hendaknya dimanfaatkan dengan serius,” pesan beliau pada saat sebelum menutup sambutannya.



Setelah pembukaan, peserta langsung mengikuti sesi General Stadium bersama ke dua nara sumber. Bidang studi IPA dibahas oleh Drs. Pudyo S, Mpd, sedangkan bidang studi IPS dibahas oleh DR. Icshan ,Mpd. Di sesi ini beliau berdua secara bergantian menjelaskan secara detail Keputusan Menteri sebagai dasar pelaksanaan kurikulum terbaru yang memuat penjelasan pengajaran IPS dan IPA terpadu. Beliau berdua juga secara sekilas menerangkan proses perencanaan, proses pengajaran dan proses evaluasi berdasarkan standar kurikulum, standar isi dan standar evaluasi. Informasi baru tersebut tak pelak membuat beberapa peserta was-was dengan apa yang akan dilaksanakan selanjutnya. Tentu saja selain mereka harus mempelajari masing-masing sub bidang studi dengan baik, mereka harus juga mampu membuat rencana pengajaran yang melibatkan semua komponen pendukung seperti, metode, media, alat evaluasi dan juga sumber belajar. Perubahan tersebut akan juga mempengaruhi jumlah jam mengajar bagi guru yang bersangkutan. Hal ini seperti diungkapkan oleh salah satu peserta dari SMP Kartika “ Perubahan ini menyangkut kebijakan perubahan jam mengajar, bagaimana mungkin ini bisa dilaksanakan tanpa adanya campur tangan kepala sekolah? .” tanya beliau pada nara sumber. Kegelisahan tidak hanya terbentur pada sistem namun lebih jauh tentu pada kesiapan guru untuk melaksanakan dengan hasil yang baik.

Hari pertama setelah general stadium, masing-masing peserta dipisahkan sesuai dengan bidang studi. Bahasan pertama adalah memahami silabus dengan memilah-milah menjadi bagian tertentu sesuai dengan topik bahasan yang akan diajarkan sehingga terdapat kaitan dengan sub bidang studi. Bukan perkara mudah mengkaitkan kompentensi dasar dari tiga atau dua sub bidang studi menjadi satu pokok bahasan yang akan diterjemahkan melalui rencana pengajaran. Sepertinya peserta mengalami kesulitan yang cukup besar, karena sebagai sesuatu yang baru, langkah tersebut seperti sedang mencari jarum ditumpukan paku. Justru karena mengalami kesulitan tersebut, semua peserta sangat antusias mengikuti pelatihan. Bahkan mereka rela menambah waktu bersama untuk mendiskusikan hal yang paling detail.

Hari kedua mereka berlatih membuat rencana pengajaran lengkap dengan perangkatnya. Tentu saja rencana pengajaran tersebut diharapkan dapat langsung diterapkan dalam proses pembelajaran dalam kelas. Hampir sama dengan hari yang pertama, pada pelatihan pembuatan rencana pengajaran semua peserta dihadapkan pada sesuatu yang membuat mereka harus bekerja keras untuk bisa membuat satu RP yang siap untuk dijadikan patokan mengajar. Apalagi tutor menghendaki peserta menggunakan sumber belajar yang faktual. Rata-rata peserta hanya bisa menyelesaikan satu rencana pengajaran lengkap. Itupun mereka harus rela pulang jam 22.00 malam.

Hari terakhir , peserta harus mengikuti sesi mikro teaching yang melibatkan 2 kelas siswa SMPK Maria Fatima sebagai figuran. Walaupun hanya sebuah pelatihan, tetapi semua peserta berusaha tampil sebaik mungkin dalam melaksanakan micro teaching. Bahkan Salah satu peserta mengungkapkan baru pada saat tersebut ia mengajar dengan persiapan yang sempurna didukung oleh perangkat pembelajaran yang dipikirkan dengan cermat. “ saya mencari bahan sebagai sumber belajar dan membuatnya menjadi menarik, wah… kalau seperti ini tentu anak akan senang dan menikmati belajar, tapi menghabiskan waktu dan biaya,” ujarnya. Pada akhir sesi tutorpun tidak ketinggalan untuk memberikan contoh mengajar dengan baik. Menurut Drs.Pudyo, Mpd, salah satu tutor, mengajar adalah sebuah seni memberi informasi, menanamkan nilai dan menggali kemampuan siswa. Sehingga beliau mempraktekan bagaimana membawa siswa pada pokok pembelajaran dengan berbagai perlakukan termasuk menerapkan teknik leading question (pertanyaan penuntun) yang efektif.

Hari terakhir ditutup dengan evaluasi bersama terhadap pelaksanaan proses pelatihan IPA dan IPS terpadu. Rata-rata peserta mengaku senang dengan adanya pelatihan karena mereka minimal mempunyai patokan atau dasar berpijak yang benar dalam menerapkan pengajaran yang sesungguhnya, apalagi mereka dilatih oleh dua tutor mempunyai kompetensi dan kapasitas yang bagus serta mempunyai kesabaran yang luar biasa untuk melatih peserta. Tentu saja pelatihan tiga hari belum cukup bagi peserta agar mereka bisa menyusun perangkat pembelajaran untuk satu tahun ajaran, namun mereka mempunyai gambaran tentang bagaimana cara menyusun perangkat dengan benar. Stelah selesai evaluasi, pelatihan ditutup oleh ibu Emy (Wakasek Kurikulum SMPK Maria Fatima) yang mewakili Sr. Theresella, SPM yang tidak bisa hadir karena rapat dinas. (toz)

Selengkapnya...

30 Agustus 2008

Dicari Guru dan Nabi Menawan

Jember – Memulai Tahun Pelajaran baru 2008-2009, SMPK Maria Fatima memberikan penyegaran iman kepada penyelenggara pendidikan yang dilaksanakan pada tanggal 14 Juli 2008 dipimpin oleh Romo Yudi ( Romo Paroki Santo Yusuf Jember). Penyegaran iman dalam bentuk rekoleksi bertujuan membangun kembali motivasi diri setiap penyelenggara pendidikan agar kembali semakin segar dan bersemangat serta semakin profesional dalam proses kegiatan pembelajaran.

Melalui refleksi pengalaman tahun sebelumnya penyegaran tersebut semakin memperkaya pengalaman dalam mencapai tujuan kelembagaan. Tema yang diangkat dalam Rekoleksi tersebut menyangkut kehidupan guru sebagai aktor intelektual yang berperan dalam proses pembentukan generasi muda yaitu “ Dicari : Guru dan nabi Menawan”.

Romo Yudi menjelaskan aspek-aspek yang menyangkut tugas guru sebagai seorang pendidik sesuai dengan ajaran Injil. Menitik beratkan pada pemahaman karakter Yesus sebagai teladan seorang guru yang mempunyai jabatan rangkap yaitu sebagai seorang nabi yang sempurna merupakan tokoh yang menjadi inspirator bagi guru. Berangkat dari Injil Romo Yudi mengungkapkan bahwa setidaknya ada 3 kekutan yang harus diambil oleh guru yang telah Yesus praktekan sebagai seorang guru, pemimpin dan nabi yang hebat. Tiga kekuatan itu adalah, Penguasaan diri, Tindakan nyata dan relasi.


Teladan Yesus menunjukan bahwa penguasaan diri merupakan senjata yang ampuh dalam melakukan transfer infromasi,ilmu pengetahuan serta pemahaman moral kepada murid. Oleh karena itu guru harus mampu mengendalikan diri dan bisa mempengaruhi sesama demi tujuan yang baik, benar dan mulia. Supaya guru mampu mengendalikan diri maka yang pertamakali harus dipahami adalah pengenalan terhadap diri sendiri. Memahami kekuatan serta kelemahan dalam diri sendiri dalam konteks positif berguna bagi seorang guru agar memahami langkah pengendalian diri dalam upaya melaksanakan transfer informasi kepada murid. Romo Yudi juga menjelaskan bahwa pemahaman tentang visi, misi, profesionalitas, dan teguh dalam pendirian akan semakin kuat apabila masing-masing guru memiliki moto pribadi Nemo dat quod habet (yoh 17) yaitu tidak menyia-nyiakan waktu untuk mengadili orang lain. Mengadili orang lain karena kesalahan bukanlah menjadi tugas bagi seorang guru secara pribadi karena itu menghabiskan energi. Justru sebaliknya, guru mempunyai tugas memberikan jalan keluar yang benar tanpa harus mengadili. Seperti halnya Tuhan Yesus datang ke dunia bukan untuk mengadili tapi untuk menyelamatkan, demikian pula Ia datang bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani.


Kekuatan yang ke dua adalah tindakan nyata. Kontek tindakan nyata meniru apa yang telah diperbuat Yesus sebagai guru agung yaitu Ia menghadirkan cara pikir yang baru sekaligus mewujudkannya dalam tindakan. Yesus memiliki rencana yang jelas dan membentuk tim kecil untuk sebuah karya penyelamatan yang terdiri dari 12 rasul. Demikian pula Dia menyajikan anggur yang terbaik pada saat dan waktu yang tepat. Berdasarkan tindakan Yesus maka hendaknya seorang guru seharusnya berlaku seperti arti kata guru itu sendiri. “ seperti kata orang tua, guru itu singkatan dari digugu dan ditiru setiap tindakan dan perbuatanya, jadi hati-hati lho..” ungkap Romo Yudi.


Kekuatan terakhir adalah relasi. Romo Yudi menjelaskan bahwa kedua hal tersebut diatas tidak akan sempurna tanpa dilengkapi dengan hubungan kedekatan (relasi) dari semua pihak yang terkait. Terutama guru harus mempunyai relasi akrab dengan Sang Pencipta sebagai sumber segala sumber hikmad. Selanjutnya relasi terhadap murid dan sesama harus dibangun berdasarkan asas kesamaan martabat, sehingga terjalin rasa hormat dan saling mempercayai satu dengan yang lain. Beliau juga menegaskan bahwa relasi akan terjalin dan berjalan baik bila guru memiliki rasa welas asih atau yang dikenal dengan kata kasih.


Sebagai penutup Romo Yudi berharap melalui pemahaman ketiga hal tersebut guru dan karyawan SMPK Maria Fatima siap menyosong tahun ajaran baru 2008-2009 dengan penuh percaya diri dan bekal iman yang mantap. “ Saya yakin bila tiga kekutan Yesus tersebut menjadi dasar praktik hidup kita sebagai seorang guru dan nabi, maka anda akan menjadi guru dan nabi yang menawan.” tandas beliau pada saat mengakhiri perenungan. Tentu saja menjadi guru dan nabi yang menawan bukan perkara yang mudah, tetapi siapa yang menjadi guru dan nabi yang menawan tentu akan dicari banyak orang, siapa mau?.(toz)

Selengkapnya...

20 Agustus 2008

SMPK Maria Fatima Peringati HUT RI ke-63

Jember - Dalam rangka memperingati hari ulang tahun kemerdekaan RI yang ke 63, segenap warga SMPK Maria Fatima melaksanakan upacara bendera. Upacara bendera yang diadakan di halaman sekolah ini menghadirkan suasana yang berbeda dari biasanya. Hal ini bisa dilihat dari para petugas yang berseragam serba putih dan bersyal merah di leher yang tampak gagah mencerminkan jiwa patriotisme yang tinggi. Pasukan pengibar bendera (Paskibra) pun ikut dikerahkan untuk menambah semarak upacara peringatan HUT RI ke 63.



Upacara yang dipimpin oleh Sr. M. Theresella, SPM ini berlangsung sangat khidmat dan lancar. Dalam pidatonya Suster yang akrab dipanggil dengan Suster There ini mengungkapkan bahwa sebagai warga negara yang baik hendaknya kita mau menyerahkan jiwa raga kita demi membela negara. Sebagai ilustrasi dalam pidatonya, Sr. There mengambil contoh dari seorang tokoh anggota TNI yang masih muda usia yang rela menyerahkan seluruh raganya demi membela bangsa Indonesia. Tokoh tersebut kini hanya mampu duduk di kursi roda karena lumpuh setelah sebutir peluru menembus dan bersarang di tulang belakang. Meskipun begitu, semangat juang yang dimilikinya tak pernah pudar. Hal ini memberikan teladan bagi kita semua untuk tetap setia mempertahankan NKRI dan untuk rela menyerahkan seluruh jiwa raga kita demi membela negara. Dalam pidato penutupnya Sr. There mengajak segenap warga SMPK Maria Fatima, khususnya para generasi muda untuk terus berjuang dalam mengisi kemerdekaan.

Dalam upacara peringatan HUT RI ke 63 tersebut juga dibacakan tiga buah puisi perjuangan yang dibacakan oleh Inocentia Adella dan Aldi Marsella yang dilanjutkan dengan menyanyikan lagu perjuangan. Dengan upacara peringatan HUT RI ke 63 ini diharapkan dapat kembali memompa semangat juang para generasi muda penerus bangsa untuk meneruskan cita-cita para pahlawan. (alx)
Selengkapnya...

14 Agustus 2008

Belajar Matematika di Usia Dini

Dalam faktanya, matematika merupakan salah satu matapelajaran di sekolah yang mendapatkan perhatian “lebih” baik dari kalangan guru, orangtua maupun anak. Selain matematika adalah termasuk matapelajaran yang diujikan dalam ujian nasional (UN) juga masih ditemukan banyak pihak yang memiliki persepsi bahwa matematika adalah pengetahuan terpenting yang harus dikuasai anak.




Tetapi, dalam kenyataan yang dihadapi saat ini, masih terdapat anak yang belum dibekali kemampuan untuk berprestasi cemerlang di bidang matematika. Seolah-olah mereka, dihadapkan pada dua hal yang dilematis, di satu sisi mereka “harus” menguasai matematika, di sisi lain ia merasa lemah untuk belajar matematika. Mungkinkah hal ini, akibat dari sistem pendidikan kita yang salah? Pola pengasuhan orangtua yang keliru? Atau memang potensi matematisnya tidak dikembangkan sejak usia dini? Atau “jangan-jangan” mereka tidak mau belajar karena merasa tidak butuh dengan matematika.

Hakikatnya, setiap individu itu dalam kehidupannya pasti membutuhkan matematika (meski tingkat sederhana, misal: jual beli). Dan, pada prinsipnya setiap anak itu dikaruniai kemampuan matematis, yakni memiliki kemampuan mengenal angka sejak dini bahkan sebelum usia sekolah. Anak usia pra-sekolah sudah mengerti tentang kuantitas, misalnya banyak dan sedikitnya benda, jumlah saudaranya, dll. Sekarang, tinggal tugas orangtua dan pendidik lah untuk mempertahankan sifat-sifat yang menjadi dasar kecerdasan anak agar bertahan sampai tumbuh dewasa, dengan memberikan faktor lingkungan dan stimulasi yang baik untuk merangsang dan mengoptimalkan fungsi otak dan kecerdasan anak.

Kecerdasan matematis memuncak pada masa remaja dan masa awal dewasa. Beberapa kemampuan matematika tingkat tinggi akan menurun setelah usia 40 tahun. Kecerdasan matematis logis dikategorikan sebagai kecerdasan akademik, karena dukungannya yang tinggi dalam keberhasilan studi seseorang. Dalam tes IQ, kecerdasan matematis logis sangat diutamakan. Oleh karenanya, matematika menjadi “bermakna” dalam kehidupan individu manusia.

Nah, berpijak pada uraian singkat tersebut, kita menjadi maklum bahwa dalam setiap individu ternyata telah terdapat potensi kecerdasan matematis. Oleh karenanya, tinggal bagaimana kita sebagai orangtua, guru, pendamping dapat mengembangkan kecerdasan tersebut sejak usia dini. Harapannya, ketika tumbuh dewasa anak-anak tidak lagi kesulitan untuk mencari potensi matematisnya.

Dengan demikian, PAUD menjadi sarana efektif untuk menggali dan mengembangan kecerdasan matematis yang dimiliki anak. Tentunya, dengan cara yang sesuai dengan tingkat pertumbuhan anak. Misalnya, menghitung jumlah kue, jumlah uang, memperlihatkan warna-warni baju, menghitung banyaknya kotak keramik, dll. Dengan berusaha menggali dan mengembangkan kecerdasan matematis anak sejak usia dini, diharapkan ketika masuk jenjang pendidikan selanjutnya, anak tidak lagi merasa kesulitan untuk menerima materi pelajaran matematika. (www.beritapendidikan.com/ric)
Selengkapnya...

Kiat Menangkal Pelanggaran Ketertiban Sekolah

Ketertiban siswa sering kali kita dengar sebagai suatu masalah di sebuah sekolah , apalagi pada jenjang sekolah menengah yang siswa- siswanya beranjak dewasa dan mulai belajar mengenal jati diri pribadinya.dimana siswa sering melakukan pelanggaran di sekolah. Kondisi yang tidak menguntungkan dan cukup memprihatinkan ini, sekolah secara umumnya membentuk Tim Ketertiban Sekolah agar sekolah menjadi lebih baik. Namun sering kali tidak efektif dan mengalami banyak halangan serta hambatan dilapangan. Selain harus mengeluarkan dana tambahan dengan membentuk tim ketertiban, namun sering kali tidak efektif karena tidak didukung oleh guru- guru yang lainnya dan keterbatasan guru serta kepeduliannya kurang terhadap siswa.



Siswa secara psikologis menurut Mulyani (1988) pada umur 12 - 18 tahun dimana perkembangan anak digolongkan sebagai remaja yang mempunyai keinginan baru dan membutuhkan sarana aktivitas yang lebih untuk menumpahkan segala kegiatannya sehingga dengan minimnya sarana dan prasarana mudah membuat siswa akhirnya dapat menimbulkan permasalahannya dari ketertibannya.

Input siswa yang serba kekurangan yang merupakan sisa dari sekolah- sekolah favorit dimana sekolah yang tidak favorit menjadi tempat pelimpahan dari siswa yang perilaku siswanya sering tidak masuk katagori baik akhirnya menjadi masalah ketertiban sekolah semakin meningkat.

Peran orang tua dalam hal kepedulian ketertiban sekolah sangat besar dalam pembentukan psikologis siswa karena waktu yang dipergunakan lebih banyak di rumah dan lingkungannya. Pergaulan serta teman bermain sangat menentukan perkembangan anak. Pengawasan masyarakat dan kontrol umpan balik masyarakat sangat diperlukan mengingat perilaku siswa diluar sekolah melambangkan kualitas penanganan sekolah tersebut.

Apalagi dalam situasi keluarga pasca modern dengan kesibukan kedua orang tuanya sehingga mereka tidak mampu mengawasi anaknya dengan baik. akan membawa dampak terhadap pelanggaran ketertiban di sekolah. Menurut Anita ( 1996) hal ini disebabkan banyaknya suami istri bekerja sama- sama mencari nafkah, angka perceraian tinggi, sejumlah keluarga diasuh satu keluarga saja sehingga anak diasuh oleh pembantu atau lebih tepatnya dibesarkan pembantu.

Sebagai langkah awal dalam upaya untuk menanggulangi upaya ketertiban yaitu

1.Meningkatkan disiplin anak & sedikit demi sedikit mengurangi indisipliner pembelajaran
2.Mewujudkan kinerja sekolah.yang dinamis, mengasyikkan, menyenangkan & mencerdaskan
3.Mengadakan antisipasi dalam mengatasi berbagai hal dalam proses pembelajaran.

Menurut Nursisto (2002) ada beberapa langkah yang dapat digunakan dalam upaya mengatasi ketertiban sekolah dan diharapkan dapat mengatasi permasalahan ketertiban yang ada di sekolah.

a. Langkah strategis mencegah siswa yang suka mencoret- coret :
1. Menggalakkan pelaksanaan kegiatan 6 K.
2. Tempat duduk siswa sesuai dengan denah yang telah ditentukan.
3. Sebulan sekali diadakan bersih lingkungan sekolah termasuk didalam kelas.
4. Setiap satu satu semester dilakukan kerja bakti massal sekolah.
5. Dicantumkan sanksi bagi pelaku corat coret didalam tata tertib sekolah.
6. Dalam suatu kesempatan tertentu diberikan tugas oleh guru agar siswa membuat karangan bertemakan corat coret.
7. Satu atau dua menit setiap jam pelajaran berlangsung, guru memeriksa lingkungan didalam kelas.
8. Dilaksanakan lomba kebersihan dan keindahan kelas dalam setiap event kegiatan sekolah.
9. Bila tingkat kesadaran para siswa sudah tumbuh, piket membersihkan ruangan dilakukan siang hari.

b. Langkah mencegah Siswa membawa alat main dan buku porno :
1. Sering dilakukan rasia dengan tiba- tiba. Tim ketertiban secara mendadak masuk dalam semua kelas serentak dan isi tas satu persatu diperiksa dengan teliti.
2. Menyita barang terlarang yang kedapatan di dalam tas atau tersimpan dalam meja siswa
3. Ketika sedang mengajar guru memperhatikan kondisi siswa.
4. Ketika mengajar guru sesekali memberikan pertanyaam kepada siswa.
5. Posisi guru mengajar jangan hanya selalu didepan kelas, kadang kala di belakang kelas.
6. Mencantumkan pelarangan membawa barang yang tidak ada kaitannya dengan pelajaran.
7. Guru BP diaktifkan peranannya agar jangan melakukan hal- hal terlarang tadi.

c. Langkah mencegah Siswa merokok dan membawa narkoba lebih pelik dibandingkan keduanya, langkahnya sebagai berikut :
1. Dilakukan penggeledahan isi tas siswa.
2. Secara khusus sekolah melakukan pengawasan kepada beberapa siswa yang patut dicurigai.
3. Pihak sekolah melakukan kerja sama dengan pihak- pihak lain di luar sekolah misalnya warga sekitarnya, kepolisian dan pemerintah setempat.
4. Memberikan laporan secepatnya kepada orang tua apabila siswa terjadi tanda- tanda menggunakan rokok dan narkoba.
5. Diadakan ceramah penyuluhan tentang bahaya merokok atau mengkonsumsi narkoba oleh pihak yang berkompetensi.
6. Perlunya dikembangkan budi pekerti yang dikaitkan dengan pelajaran agama.
7. Orang tua mengisi surat pernyataan bahwa bila ternyata anaknya terlibat pelanggaran merokok dan narkoba sanggup dikeluarkan.

d. Langkah mencegah perkelahian siswa dilingkungan sekolah maupun luar sekolah :
1. Sekolah menyediakan media penyaluran bakat dan minat siswa sehingga mampu menyalurkan energinya yang secara berlebihan lewat kegiatan ekstra kurikuler yang diadakan sekolah.
2. Dibentuknya tim- tim olah raga dan seni di bidang- ekstra kurikuler.
3. Pembuatan program- sekolah dengan memberi peluang untuk siswa agar mampu menuangkan prestasi dan hasil seninya.
4. Perlunya kerjasama dengan pihak pengurus OSIS yang ada di lingkungan sekolah lainnya dalam upaya agar kalau terjadi sesuatu hal maka dapat menjadi penengah.
5. Dilakukan program bersama dan kegiatan terpadu dalam kegiatan pengurus OSIS yang ada dilingkungan sekolah lainnya pada saat momen yang tepat.

e. Langkah mencegah siswa tidak menggunakan seragam dan kelengkapan dengan baik :
1. Guru meluangkan waktu sebentar untuk mengingatkan da menegur siswanya disetiap awal pelajaran dimulai terutama jam pertama pelajaran agar selalu menggunakan pakaian secara baik.
2. Adanya kontinuitas dari petugas BP dan Tim ketertiban agar melakukan penertiban seragam yang tidak sesuai ketentuan.
3. Melakukan razia secara mendadak dengan menertibkan siswa yang bajunya tidak sesuai dengan ketentuan.
4. Mencantumkan sanksi bagi siswa yang tidak menggunakan seragam sesuai ketentuan didalam tata tertib sekolah.

f. Langkah dalam membuat tabel point disiplin siswa :
1. Diperlukan komitmen dari guru dan siswa mengenai apa saja yang dapat dijadikan ukuran dalam meningkatkan disiplin sekolah serta disepakati bersama dalam tabel point disiplin siswa.
2. Diperlukan sosialisasi ke siswa dan orang tua berkaitan tabel point kedisplinan siswa di sekolah.
3. Orang tua mengisi surat pernyataan bahwa bila ternyata anaknya terlibat pelanggaran point kedisplinan sekolah dan sanggup dikeluarkan.
4. Diberikan reward penghargaan bagi siswa dan kelas yang point melanggarnya rendah.
5. Adanya kontinuitas dari petugas BP dan Tim ketertiban agar melakukan evaluasi kegiatan berkaitan dengan tabel point kedisplinan siswa.
6. Mengumumkan secara kontinu siswa dan kelas yang mempunyai point kedisplinan yang tertinggi dan terendah.

Didalam upaya ketertiban siswa di sekolah, tidak hanya siswa saja yang dijadikan obyek yang selalu disalahkan namun diperlukan juga manajemen sekolah yang baik agar dalam pelaksanaan ketertiban sekolah dapat berjalan dengan baik.

Langkah- Langkah yang dilakukan sekolah berkaitan dengan ketertiban sekolah.

1. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar secara baik.
Sering kali pelanggaran ketertiban siswa muncul diawalai pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) yang kurang baik dan sistem inval dari guru piket tidak berjalan secara baik, apabila guru tidak masuk karena sesuatu hal maka sering kali kelas kosong dan tidak ada pengawasan dari guru. Sehingga diperlukan suatu system kerjasama antara pihak- pihak yang ada di sekolah baik guru, siswa , orang tua dan kepala sekolah sebagi manajer disekolah dapat dilakukan secara baik

2. Penuntasan Peserta Didik Bermasalah.
Dengan menangani anak didik yang bermasalah secara tuntas dengan segera maka dapat mencegah timbulnya masalah- masalah yang semakin banyak dan menumpuk sehingga tertanganinya anak didik bermasalah secara baik pula. Disini peran petugas BP dan wali kelas sangat besar dalam upaya membina anak didiknya dikelas

3. Pembinaan Keimanan & Ketaqwaan (Imtaq).
Dalam membangun Imtaq siswa tidak hanya beban dari orang tua saja namun diperlukan kerjasama antara sekolah, orang tua dan masyarakat sekitarnya. Perpijak dari hal tersebut baik orang tua, sekolah dan masyarakat melakukan pengawasan dan pengendalian agar mampu membina siswa dengan melakukan kegiatan keagamaan di sekolah dan dimasyarakat bila perlu dikembangkan MPMBI (Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Imtaq) di sekolah.(Tirto Adi: 2002)

Hal hal yang perlu dikembangkan dalam upaya meningkatkan ketertiban sekolah terhadap :
a. Siswa.
Dengan mendukung terwujudnya visi, misi sekolah yang aman dan adil. Sebahagian siswa yang acuh tak acuh dilibatkan peranannya dalam kegiatan disekolah. Dan dikembangkan pada siswa semangat dan merasa bangga punya disiplin poin yang rendah

b. Guru.
Guru mendukung dalam menjalankan disiplin yg komprehensif dan diperlukan sosialisasi dalam hal ketertiban sekolah bagi guru yang masih belum memahami esensi yg sebenarnya. Perlu dikembangkan perasaan bangga karena anak didik tunjukkan sikap disiplin yg dikehendaki dan meningkatkan motivasi dalam hal menangani anak bermasalah.dan tidak menjadi beban terhadap diri-sendiri.

c. Orang tua dan Masyarakat.
Mendukung sekolah.yang punya disiplin sekolah yang seperti ini. Untuk sebahagian masih ada yang kurang mengerti diperlukan sosialisasi agar mengerti perlunya ketertiban di sekolah. Dikembangkan rasa bangga karena ada perubahan pada sikap anak mereka setelah anaknya dibina di sekolah serta meningkatkan keterlibatannya di sekolah. (www.pendidikan.net/ric)

Selengkapnya...

08 Agustus 2008

Internet dan Pendidikan

Indonesia terdiri dari 17,000 lebih pulau dan kira-kira ada 300 bahasa daerah yang masih digunakan. Krisis Ekonomi & Korupsi (Krisis Kepercayaan) sekarang semakin menunjukkan betapa pentingnya suatu komunikasi baik secara lokal maupun global. Komputer dan Internet sudah diterima sebagai alat yang penting untuk komunikasi dan bisnis di Indonesia, sehingga sekarang menjadi hal yang penting pula untuk pendidikan Indonesia yang sedang mengalami reformasi.



Awal dari milenium baru dan reformasi menjanjikan harapan untuk mempercepat perkembangan sektor pendidikan di Indonesia. Kunci utama yang memicu akan timbulnya harapan baru tersebut berjalan kearah desentralisasi, manajemen berbasis sekolah, dan pemberdayaan sekolah serta masyarakat untuk mempengaruhi hasil (outcomes) sekolah, juga kesatuan tujuan-tujuan dari semua sektor pendidikan.

Dimasa lalu telah dibentuk sistem komunikasi yang efisien dan efektif untuk menyebarkan informasi ke berbagai semua sektor di kalangan pendidikan. Desentralisasi pendidikan akan membutuhkan paradigma dan peran baru untuk administrasi pendidikan. Komponen utama dalam peran baru ini yaitu meliputi ; monitoring yang efisien, pengidentifikasian kebutuhan dan menempatkan sumber daya manusia dan sumber daya yang lain untuk menghadapi kebutuhannya. Pada umumnya masalah-masalah utama pendidikan berdasarkan sistemnya, dan sekarang potensi sumber daya manusia disemua sektor tidak dimanfaatkan secara penuh. Kebanyakkan penelitian dan pengembangan yang dimulai pada masa transisi baru ini seharusnya diarahkan pada pengembangan sitem komunikasi yang memberdayakan beberapa sektor pendidikan untuk membantu pengembangan dan arah masa depan pendidikan di Indonesia.

Sistem komunikasi

Penekanan penting akan memaksimumkan sumber daya manusia disemua sektor, berarti kita akan membutuhkan sisitem komunikasi yang sangat efektif. Apabila kita merespons pada kebutuhan fokus awal seharusnya lebih berdasarkan penerimaan informasi daripada penyebaran informasi. Hal ini hampir memutarbalikan peran jika dibandingkan dengan peran komunikasi administrasi pendidikan yang dulu.

Penelitian mengenai pengembangan sekolah secara jelas menunjukan salah satu cara yang paling efektif bagi sekolah yang ingin berkembang secara mandiri yaitu lewat berbagi (sharing) informasi dan ide-ide. Salah satu dukungan yang terbesar untuk pengembangan pribadi dan profesi kepala sekolah yang memanfaatkan proses pembaharuan yaitu komunikasi yang terbuka dan mendukung melalui forum rutin kepala sekolah. Melalui penyampaian masalah secara kolektif diantara rekan seprofesi sudah menghasilkan solusi yang efektif dan dapat direalisasikan.

Masukan (input) dan kontribusi langsung dari para pemegang peran (stakeholders) yang lain; siswa, orang tua dan anggota masyarakat juga memberikan informasi yang sangat membantu dan meningkatkan dukungan masyarakat bagi pengembangan sekolah. Jika obyektifitas utamanya adalah memaksimalkan pendidikan sumber daya manusia maka hal itu telah meningkatkan hubungan komunikasi kita dengan seluruh sektor lingkungan pendidikan dan para pemegang peran (stakeholders). Lagipula kunci utama untuk meningkatkan komunikasi harus terfokus pada saling berbagi komunikasi terbuka dan meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan dukungkan dari segala bidang.

Tanggung jawab sekolah dalam memasuki era globalisasi baru ini yaitu harus menyiapkan siswa untuk menghadapi semua tantangan yang berubah sangat cepat dalam masyarakat kita. Kemampuan untuk berbicara bahasa asing dan kemahiran komputer adalah dua kriteria yang biasa diminta masyarakat untuk memasuki lapangan kerja baik di Indonesia maupun diseluruh dunia. Dan hanya sekitar 20-30 % lulusan sekolah menengah yang melanjutkan ke tingkat pendidikan lebih tinggi, maka dengan adanya komputer yang telah merambah disegala bidang kehidupan manusia hal itu membutuhkan tanggung jawab sangat tinggi bagi sistem pendidikan kita untuk mengembangkan kemampuan berbahasa siswa dan kemahiran komputer (lihat bagian Pendaluan-Komputer)

Oleh karena adanya prioritas yang tinggi untuk membangun fasilitas komputer diseluruh sekolah-sekolah di Indonesia dan adanya jarak yang cukup jauh antara sekolah provinsi di Indoesia, sepertinya Internet pilihan yang cukup baik untuk mengembangkan komunikasi antar sekolah, Kanwil, Kandep, dan DEPDIKNAS yaitu dapat dilakukan lewat Internet. Beberapa sekolah telah mengambil inisiatif untuk membangun fasilitas mereka sendiri. Berdasarkan langkah yang sudah ada ini, dan membiarkan hal itu berkembang sendiri yaitu tetap konsisten akan kebutuhan belajar siswa kita, maka Internet sebagai strategi yang sesuai untuk menjadi medium komunikasi yang sah.

Internet dalam belajar dan mengajar (7 tahun kemudian - Membaca!)

Kekayaan akan informasi yang sekarang tersedia di Internet telah lebih mencapai harapan dan bahkan imajinasi dari para penemu system yang pertama. Internet awalnya diciptakan untuk kebutuhan system pertahanan militer supaya dapat didesentralisasikan sehingga dapat mengurangi resiko kerusakkan total, mungkin saja hal inibisa terjadi apabila sistem sentral komputer utama dimusnahkan.

Internet juga dapat didesentralisasikan dan diberdayakan. Dengan menggunakan internet kita dapat mengakses sumber-sumber informasi tanpa batas dan sedang berkembang secara cepat sekali. Kita dapat berkomunikasi secara masing-masing atau secara massa yang dapat dilakukan dimana saja diseluruh dunia hanya dalam waktu beberapa detik saja. Kita dapat menyebarkan (publish) informasi yang bisa di akses dari mana saja di seluruh dunia dalam waktu singkat sekali. Kita dapat berkomunikasi secara langsung (real time) melalui telepon dan unit video processing. Kita bisa melakukan "chat" melalui jaringan gratis "chat" yang sangat luas yaitu mIRC.

Bagi para guru internet menawarkan beberapa kesempatan untuk diraih:

Pengembangan Profesional
(a) Meningkatkan pengetahuan
(b) Berbagi sumber diantara rekan sejawat/ sedepartemen
(c) Bekerjasama dengan guru-guru dari luar negeri
(d) Kesempatan untuk menerbitkan /mengumumkan secara langsung
(e) Mengatur komunikasi secara teratur
(f) Berpatisipasi dalam forum dengan rekan sejawat baik local maupun internasional.
Sumber bahan mengajar :
(a) Mengakses rencana belajar mengajar & metodologi baru
(b) Bahan baku & bahan jadi cocok untuk segala bidang pelajaran
(c) Mengumumkan dan berbagi sumber. Sangat tingginya popularitas / sangat tingginya minat untuk meningkatkan siswa lebih terfokus belajar.

Untuk siswa Internet menawarkan kesempatan untuk;

Belajar sendiri secara cepat :
(a). Meningkatkan pengetahuan
(b). Belajar berinteraktif
(c). Mengembangkan kemampuan di bidang penelitian
Memperkaya diri :
(a). Meningkatkan komunikasi dengan siswa lain
(b). Meningkatkan kepekaan akan permasalahan yang ada diseluruh dunia

Walaupun Internet berpotensi untuk menyampaikan keuntungan-keuntungan tersebut bagi para guru maupun para siswa, pemakaian Internet di kelas hendaknya harus disusun sedemikian rupa dengan belajar mendefisinasikan secara obyektif. Kegiatan siswa juga harus dimonitor dengan baik.

Kenapa?

Seperti mana yang telah dikatakan sebelumnya bahwa Internet itu berisi berbagai macam informasi dan sumber-sumber informasi lain, meskipun didalamnya juga terkandung hal-hal yang tidak berguna dan menghabiskan waktu sehingga mengganggu pelajaran siswa dengan mudahnya. Padahal keikutsertaan dalam kegiatan ini diluar jam belajar siswa, mungkin saja dapat memberi keuntungan bagi pengetahuan mereka atau mengembangkan kemampuan lainnya. Waktu belajar di kelas harus tetap difokuskan pada pelajaran utama. Rencana belajar mengajar yang efektif untuk menggunakn Internet akan memerlukan beberapa kemampuan baru guru untuk dapat lebih mengefektifkan waktu.

Satu dari keuntungan yang sangat potensial dari Internet selain untuk para administrator dan kepentingan sekolah, yaitu mngkin adalah untuk memudahkan pengoleksian lembaran data-data sekolah yangdaat langsung terkirim ketujuannya baik ke perorangan maupun ke masyarakat luas.

Guru, terutama guru bahasa dan guru pelajaran ilmu sosial, dapat mengambil (down-load) berita dan kejadian terkini yang bisa digunakan sebagai bahan mengajar di kelas pada hari yang sama saat itu juga. Semua guru dapat menggunakan Internet baik untuk keperluan pengembangan pribadi maupun secara profesional bekerjasama dalam wilayah regional maupun diseluruh dunia.

Perlengkapan apa saja yang diperlukan untuk dibeli?

Penulis menyarankan sebagai langkah awal membeli satu unit komputer dengan modem didalamnya dan CD ROM drive. Dan komputer ini harus ditempatkan di ruang perpustakaan sekolah sehingga bisa dipergunakan oleh seluruh staf dan para siswa serta harus diawasi pemakaiannya oleh petugas perpustakaan. Petugas perpustakaan ini juga harus dilatih untuk menangani perawatan dan pemeliharaan rutin komputer. Serta mereka juga diberi wewenang khusus untuk mengatur jadwal pemakaian komputer dengan cara sistem memesan tempat.

Biaya : Antara Rp. 3.000.000,- - Rp.5.000.000,- tergantung nilai tukar rupiah.

Apabaila sekolah anda sudah mempunyai laboratorium komputer maka bentuk modem terpisah dapat dibeli dengan harga yang cukup murah untuk mengakses Internet dari laboratorium, tergantung permintaan. Bentuk modem terpisah ini juga dapat disediakan bagi pemakaian di departemen.

Apalagi yang diperlukan?

Pastinya anda membutuhkan Internet Service Provider (ISP). Ini adalah sejenis perusahaan yang menyediakan jasa sambungan/ hubungan ke Internet melalui saluran telepon. Penulis menyarankan sebagai langkah awal, sebaiknya membuka sebuah account siswa sampai mereka tahu berapa menit per bulannya yang mereka perlukan. Cobalah untuk mendaftar USER-NAME ( nama pemakai ) berhubungan dengan nama sekolah anada, contohnya SMK3PALU, karena ini juga dapat digunakan sebagai alamat e-mail anda ( lihat dibawah ). Ada daftar Internet Service Provider dalam petunjuk homepage ini.
Biaya : Antara Rp.50.000,- - Rp.100.000,- per bulan + Biaya pemasangan ringan.

E-mail Account

Biasanya ISP menyediakan paling tidak satu account e-mail dan ini menggunakan "user name" anda, contohnya diambil dari contoh diatas SMK3Palu@Sulawesi.Net. Account ini bisa juga dipakai untuk keperluan resmi sekolah.

E-mail Account Siswa

Penulis menyarankan bahwa siswa-siswa sebaiknya membuka e-mail account pribadi di http://mail.yahoo.com, http://www.hotmail.com, atau salah satu dari sekian banyak e-mail provider gratis yang ada. E-mail account tersebut diatas lebih disukai dari account servis provider karena mereka dapat digunakan secara permanen. Dan ini juga merupakan ide yang baik bagi sekolah-sekolah untuk mempunyai alamat e-mail alternatif, apabila dalam keadaan mendesak mereka mengganti servis provider. Saya akan menyarankan menggunakan Yahoo.com karena mereka memperbolehkan anda untuk POP surat anda, mengirim surat ke alamat lain (forwarding), ataupun membacanya dari situs internet mereka dimana saja ( lebih fleksibel).

Homepage dan Nama Domain

Ada banyak homepage provider yang gratis. Hadir ke Free Hosting.

"Domain Name" (alamat khusus di Internet) tidaklah sangat penting terkecuali bila anda adalah organisasi yang mencari keuntungan atau untuk bisnis. Kecuali bila domain name anda mudah untuk diingat seperti "Pendidikan.Net" maka manfaatnya tidak terlalu penting. Apabila anda membuat homepage di FreeWebsites.Com maka anda mempunyai alamat (atau URL) seperti htpp://www.FreeWebsites.Com/~SMK3Palu. Bila anda mengunjungi homepage link di SLTA.Net atau SLTP.Net maka anda akan menjumpai banyak homepage sekolah yang berlokasi di situs gratis seperti ini. Keuntungan utama dari situs gratis ini adalah tidak dikenakan biaya perawatan dan tidak terkait apapun ISP yang anda pilih.

Telepon dan Pulsa

Seringkali kalau guru atau Kepsek ditanya "sudah punya Internet?" Jawabannya "Belum, pulsa telepon terlalu mahal"

Apakah, kalau sekolah Anda bisa berkomunikasi dengan semua sekolah di Indonesia, dengan Kanwil, Kandep, atau Dikmenum lewat telepon selama lima menit sehari atau kurang masih merasa mahal?. Sebagai contoh, saya download e-mail dari beberapa server (dari banyak website) dan banyak alamat e-mail yang saya punya setiap pagi dan perlu waktu kurang dari lima menit. (www.pendidikan.net/ric)
Selengkapnya...

News Ticker : Danai TNI Bunuh Warga di Aceh, ExxonMobil Segera Disidang --|-- Kerjasama Blok Cepu Berpotensi Rugikan Rp 760 Miliar per Tahun --|-- Kejari Tangerang Tengok Napi Terhukum Mati Di Nusakambangan --|-- FPKS Kecam Fraksi Yang Usulkan Revisi UU Pemilu --|-- FPD: Capres Yang Sudah Beriklan yang Ratingnya Bawah Saja --|-- Telkomsel Gelar Informasi Mudik --|-- Elpiji 12 Kg Langka, Harga Melonjak Hingga Rp 80 Ribu --|-- PT KAI Tolak Pengembalian Tiket Untuk Kikis Peran Calo --|-- Lebaran, PT KA Alokasikan Rp1,5 M Untuk Juru Pemeriksa Jalan --|-- SBY: Tak Ada Tempat untuk Anarki di Pemilu 2009 --|-- SBY: Tak Ada yang Kebal Hukum di Negeri Ini --|-- Gaji PNS Naik 15% Tahun 2009, Guru Minimal Rp 2 Juta --|-- SBY Persilakan DPR Gunakan Hak Angket Terkait BBM dan Energi --|-- SBY: Angka Kemiskinan Terendah dalam 10 Tahun Terakhir --|-- Ekonomi Dunia Paling Cepat Baru Pulih Tahun 2010 --|-- Harga BBM Bisa Naik Lagi di 2009 --|-- Dampak Pemanasan Global Landa Indonesia Mulai 1990-an --|-- Energi Panas Bumi Perlu Dikembangkan di Indonesia --|-- Presiden Ajak Masyarakat Bersepeda Untuk Kurangi Polusi Udara --|-- Penggunaan Multimedia Terbukti Tingkatkan Nilai Siswa --|-- Yahoo Luncurkan Yahoo Go 3.0 Versi Bahasa Indonesia --|-- PLN kembali meminta masyarakat untuk menghemat listrik --|-- Powered by : www.kabarindonesia.com ; www.antara.co.id ; www.detik.com ; www.kompas.com ; www.metronews.com
Info nilai tukar rupiah >>> USD : Jual 9210.00 Beli 9135.00 --|-- SGD : Jual 6521.75 Beli 6444.75 --|-- HKD : Jual 1180.60 Beli 1169.10 --|-- AUD : Jual 7943.35 Beli 7842.35 --|-- JPY : Jual 84.48 Beli 83.14 --|-- EUR : Jual 13605.55 Beli 13468.55 --|-- Powered by : www.klikbca.com
Week end dalam rangka pembinaan siswa kelas 7 dan 8 akan dilaksanakan setiap malam Minggu mulai tanggal 6 September 2008 di sekolah--|--Di bulan September dalam rangka bulan kitab suci diadakan lomba dongeng, cergam, membaca kitab suci dan cerdas cermat Alkitab--|--Di Bulan September digelar pula pendaftaran calon pengurus OSIS 2008-2009

Powered by Danasoft - Myspace Layouts and Signs